Kapitalis Dan Profesi Penilai

by redaksi

Wartapenilai.id—Kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana individu atau bisnis memiliki barang modal. Sistem ini dicirikan adanya kepemilikan swasta pada alat-alat produksi, terutama di sektor industri. Secara fungsional, kapitalisme satu proses dimana masalah produksi ekonomi dan distribusi sumber daya bisa diselesaikan yang melibatkan swasta.

Produksi barang dan jasa mendasarkan diri pada penawaran dan permintaan di pasar umum, pasar ekonomi pasar. Bentuk paling murni dari kapitalisme adalah pasar bebas atau kapitalisme laissez-faire. Dimana individu tak terkendali, mereka bisa menentukan di mana harus berinvestasi, apa yang harus diproduksi atau dijual, dan di mana harga pertukaran barang dan jasa bisa ditentukan. Pasar laissez-faire beroperasi tanpa kontrol. Dan sebagian besar negara menerapkan sistem kapitalis campuran yang mencakup beberapa tingkat regulasi pemerintah tentang bisnis dan kepemilikan pada industri tertentu.

Alih-alih merencanakan keputusan ekonomi melalui metode politik terpusat, seperti halnya sosialisme atau feodalisme, perencanaan ekonomi di bawah kapitalisme terjadi melalui keputusan desentralisasi dan sukarela.

Dalam sistem kapitalis, hak milik property sangat fundamental. Sebagian besar konsep modern tentang kepemilikan property berasal dari teori homesteading John Locke, di mana manusia mengklaim kepemilikan melalui pencampuran kerja dengan sumber daya. Setelah dimiliki, satu-satunya cara yang sah mentransfer properti melalui pertukaran secara sukarela, hadiah (hibah), warisan dan lainnya.

Kepemilikan property memberikan insentif ke pemilik sumber daya untuk memaksimalkan nilai propertinya. Jadi, semakin bernilai sumber daya, semakin banyak kekuatan perdagangan yang diberikan pemiliknya. Dalam sistem kapitalis, orang yang memiliki properti berhak atas nilai apa pun yang terkait dengan properti itu.

Sistem kapitalisme berjalan dan sangat tergantung pada penegakan adanya kepemilikan pribadi, yang memberikan insentif untuk berinvestasi dan penggunaan produktif dari modal yang ditanamkan. Sistem ini berkembang secara historis dari sistem feodalisme dan merkantilisme sebelumnya di Eropa, dan meluas industrialisasi dan ketersediaan besar-besaran barang konsumen pasar massal.

Bagi individu atau bisnis, untuk menyebarkan modal atau investasi, mensyaratkan adanya sistem yang melindungi haknya secara hukum. Baik untuk memiliki atau mentransfer kepemilikan properti. Masyarakat kapitalis akan bergantung pada kontrak, transaksi yang fair, dan memfasilitasi penegakan hak kepemilikan property dilakukan melalui hukum gugatan.

Saat properti tidak dimiliki secara pribadi, namun dibagikan ke publik, dikenal sebagai tragedi milik bersama dapat muncul. Dengan sumber daya bersama, yang dapat digunakan oleh semua orang, dan tidak ada yang dapat membatasi akses, semua individu memiliki insentif mengekstraksi nilai penggunaan sebanyak yang mereka bisa dan tidak ada insentif untuk menghemat atau menginvestasikan kembali dalam sumber daya. Privatisasi sumber daya, merupakan salah satu solusi mungkin bisa mengatasi masalah ini, bersama dengan berbagai pendekatan aksi kolektif sukarela atau tidak sukarela.

Tanpa disadari, keberadaan profesi penilai, tidak lepas dari sistem capitalism. Dimana profesi ini menjalankan perannya untuk memebuhi kebutuhan jual beli, pemberian pinjaman, atau memberikan opini nilai saat pengambilalihan suatu bisnis atau industri. Opini nilai yang dihasilkan sebagai dasar keputusan mendukung pengembangan bisnis atau meningkatkan nilai tambah pada sistem capitalism. (***/HS)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x