SKK Migas Terus Dorong Penyelesaian Wilayah Kerja Rokan

by redaksi

Penyelesaian alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan antara PT Chevron Pacific Indonesia dengan PT Pertamina harus diselesaikan secara negosisasi B To B. SKK Migas terus mendorong penyelesaian alih kelola itu agar tidak mengganggu produksi minyak nasional.

Wartapenilai.id—Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mendorong penyelesaian proses negosiasi pengelolaan Wilayah Kerja Rokan antara PT Chevron Pacific Indonesia dengan PT Pertamina, sebelum kontrak kerjasama Wilayah Kerja Rokan efektif berlaku.

Penasihat Ahli SKK Migas, Satya Widya Yudha menerangkan kejelasan pengelolaan wilayah kerja Rokan itu dibutuhkan untuk menjaga produksi minyak nasional tidak terjadi penurunan. Ha itu disampaikan Satya Widya Yudha menanggapi proses alih kelola wilayah kerja Rokan yang sedang terjadi.

“Kesepakatan bisnis antar Pertamina dengan Cheveron Pacific Indonesia, sebagai kunci bagi Pertamina untuk mengelola wilayah kerja Rokan, Riau,” terang Satya Widya Yudha, di Jakarta, 12 Maret 2020.

Lebih lanjut, Satya menjelaskan, alih kelola yang dilakukan SKK Migas telah mengurus percepatan kegiatan dan proses peralihan blok itu sendiri, yang prosesnya terpisah.

Sesuai regulasi yang berlaku, seperti pada proses peralihan, telah berjalan sesuai rencana. Sedangkan, pada proses percepatan kegiatan, harus dilakukan melalui kesepakatan antara CPI dan Pertamina. Dan pada proses peralihan, SKK Migas telah memfasilitasi CPI membuka semua informasi yang dibutuhkan Pertamina. “Termasuk data-data yang dibutuhkan Pertamina untuk mempercepat produksi pasca kontrak WK Rokan berakhir pada Agustus 2021,” terangnya.

Setiap minggu, terang Satya Widya Yudha yang pernah menjabat anggota DPR dua periode itu, tim kedua belah pihak duduk bersama, mendiskusikan berbagai isu, mulai dari eksplorasi, eksploitasi, drilling dan dan lainnya. “Dalam proses ini CPI sangat koperatif,” terangnya.

Sikap CPI trkait peralihan wilayah krja Rokan dinilai sangat kooperatif dan harus dihargai semua dilakukan terbuka, mengakomodasi keinginan Pertamina. Termasuk membuka data 78 kandidat sumur yang bisa dibor BUMN tersebut saat alih kelola. “Ke-78 kandidat sumur itu merupakan sisa lingkup Plan Of Development yang sudah disetujui SKK Migas, namun belum sempat diproduksikan CPI,” jelasnya.

Percepatan kegiatan yang dilakukan melalaui pembicaraan business to business (B to B) untuk early access dimulai sejak awal tahun 2019, dan sampai saat ini terus berlangsung. Kegiatan B to B yang dilakukan CPI dan Pertamina seharusnya sudah mencapai kata sekapat, dan mendukung SKK Migas mempertahankan tingkat produksi yang maksimal. “Yang dilakukan SKK Migas sudah maksimal. Kalau SKK Migas melakukan hal yang lebih dari yang sekarang, lembaga ini akan menyalahi kontrak”, tambah Satya.

Proses di atas, setiap pihak tidak bisa menyalahkan satu pun dari para pihak yang terkait dalam proses alih kelola. “Saya berpendapat pada kasus ini tidak ada pihak yang dipersalahkan, batasan yang ada merupakan konsekuensi logis dari kontrak,” tegasnya.

Pada kesempatan lain, saat menjadi pembicara di acara Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Satya mengungkapkan sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tarik investasi hulu migas di Indonesia. Diantarnya menyelesaikan revisi UU Migas, untuk memberikan kepastian hukum bagi investor. Lalu, percepatan penyederhanaan perizinan di daerah, review kembali penggunaan skema gross split dan mendorong penggunaannya menjadi salah satu opsi.

Selain itu, memberikan insentif untuk meningkatkan keekonomian dengan menerapkan klausul sliding scale, untuk menyesuaikan harga minyak dan pengurangan pajak dalam rahap eksplorasi. Penyederhanaan birokrasi khususnya survei umum, joint study, audit, dan percepatan proses POD. “Serta mengembalikan lapangan idle ke negara dan memberikan kepastian perpanjangan kontrak migas,” tegas Satya. (***/HS)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x