MAPPI Rumah Kita Milik Bersama

by redaksi

Setelah lolos verifikasi, Balon Paket DPN MAPPI, nomor urut 1, Paket YAD (Yufrizal, Asno, Dedy) memulai kampanye terbuka di DPD MAPPI di Sumbagut. Kampanye untuk memperkenalkan visi dan misi mengelola organisasi penilai yang bisa dipahami calon pemilih dengan tepat—mengelola MAPPI secara transparan dan akuntabel.

Wartapenilai.id—Itu terungkap dalam kampanye terbuka yang dilakukan Balon Paket YAD (Yufrizal, Asno, Dedy), di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk mendulang dukungan suara pada Munas XII MAPPI, 31 Maret 2020 mendatang. Setelah ditetapkan sebagai peserta Balon Paket DPN MAPPI, Paket YAD mulai menyisir dukungan dari Indonesia bagian Barat. Kampanye yang dikemas dalam diskusi santai bersama Balon Paket YAD, di Medan, 5 Maret 2020 lalu.

Paket YAD, terdiri dari Yufrizal Yusuf (Ketua FKJPP), Asno Minanda (Kepala Puspinet MAPPI), Dedy Mohamad (Sekretaris FKJPP), tampil menjadi balon paket DPN MAPPI, bermodal niat tulus membenahi MAPPI sebagai organisasi yang diperhitungkan dengan menjadikan “MAPPI Rumah Kita, Milik Bersama”.

Melalui visi dan Misi yang dipaparkan pada diskusi tersebut, Paket YAD mendapat dukungan dan apresiasi luar biasa. Bahkan anggota Penilai di Sumbangut menghendaki kepemimpin MAPPI yang kompetens, akuntanbel dan transparan membawa perubahan dan kemakmuran bagi anggotanya. “MAPPI harus dipimpin orang-orang yang energik memiliki visi jauh ke depan seperti Paket YAD,” terang salah satu peserta diskusi.

Itu semua, tidak lain karena MAPPI sudah menjadi organisasi yang besar, sebagai wadah profesional penilai di Indonesia yang memiliki banyak peran di berbagai lini kehidupan dan berbangsa. Visi yang diusung Paket YAD, menjadikan “MAPPI melayani anggota untuk mewujudkan Penilai Indonesia Yang Berintegritas, Profesional dan Bertaraf Internasional”.

Tak berelebihan, memang, untuk menjadi MAPPI sebagai “Rumah Kita Milik Bersama”, Paket YAD bersedia menjadi pelayan anggota. Baik untuk meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, hingga memperluas cakupan pasar jasa penilaian dan non penilaian.

Yufrizal Yusuf (satu peserta paket YAD) menjelaskan paket-nya siap menjadi pelayan anggota, bila anggota mempercayai memimpin MAPPI periode 2020-2024 mendatang. “Kami bawa perubahan bagi pengelolaan profesi penilai yang transparan dan akuntabel,” terang Yufrizal Yusuf.

Untuk mencapai visi, Yufrizal Yusuf menegaskan dilakukan dengan mengurai pada 7 misinya (1). menyelenggarakan layanan yang proatif, mudah dan cepat bagi anggota. (2). Pengembangnan profesi penilai melalui PPL, penelitian, etik dan standar. (3). Sistem Pendidikan berbasis modul, baik Pendidikan dan ujian dilakukan secara online, untuk mencapai Pendidikan berbiaya murah. (4). Membangun sinergi baik dengan pemerintah, lembaga, asosiasi terkait penilai, dan stakeholder untuk menjaga iklim usaha jasa penilaian lebih kondusif. (5) Berperan aktif pada kancah nasional dan internasional. (6). Mewujudkan tata kelola organisasi lebih baik (good governance). (7). Meningkatkan fungsi advokasi dan mediasi untuk anggota.

Yufrizal Yusuf menambahkan untuk menjadikan pengelolaan MAPPI menjadi lebih baik, harus dipersiapkan MAPPI menjadi organisasi  dengan tata kelola baik juga di dukung SDM yang unggul, memanfaatkan teknologi informasi. “Kami teguhkan dengan MAPPI 4.0 sebagai konsep dan solusi MAPPI lebih baik, dengan dukungan organisasi dan SDM unggul,” terangnya.

Selain itu, untuk mewujudkan MAPPI Rumah Kita Milik Bersama, ada tujuh pilar yang diperkuat yakni kesekretariatan, organisasi dan keanggotaan, pendidikan, riset dan pengembangan sistem teknologi informasi, hubungan antar lembaga dan luar negeri, keuangan, serta standar dan hukum.

Apa yang dipaparkan Paket YAD di hadapan pendukungnya, tidak lain untuk membawa profesi penilai lebih kompeten, profesional dan memiliki pergaulan internasional. “Itu pengembangan profesi penilai yang kami tawarkan untuk membawa kemajuan, baik secara kompetensi, peningkatan usaha KJPP, hingga membuka peluang jasa penilaian baru dan jasa non penilaian lainnya,” terang Yufrizal Yufuf dengan mantap.

Memang, Yufrizal Yusuf mengakui untuk mengembangkan profesi penilai yang memiliki latar belakang akademis yang berbeda, baik teknis, ekonomi, hukum, sosial, membutuhkan strategi yang tepat. Konsentrasi penilai juga berbeda, ada penilai property sederhana, personal property, penilai properti dan penilai bisnis.

Ketua DPD MAPPI Sumbagut, Taslim menambahkan yang terpilih sebagai Balon Paket DPN MAPPI adalah orang pilihan dan bisa di pastikan membawa perubahan lebih baik di MAPPI di masa depan. “Harapan kami bila dipercaya memimpin MAPPI bisa lebih banyak mendengar dan mengakomodasi kepentingan anggota, mensejahterkan dan melindungi anggota,” terang Taslim.

Sebagai profesi penilai yang memiliki banyak peran untuk penilaian agunan, pembebasan lahan, tujuan jual beli dan lainnya, profesi penilai dinilai masih rawan menghadapi isu tuntutan di pengadilan. Kepengurusan Paket YAD, bila di percaya nanti, mampu melakukan komunikasi politik untuk meng-gol-kan UU Penilai Publik. Selain itu juga Paket YAD mampu melakkukan advokasi dan mediasi, melindungi anggota yang melakukan pekerjaan sesuai KEPI, SPI dan regulasi yang berlaku.

Sebagaimana diketahui, Balon Paket YAD mendapat dukungan saat pencalonan 358 surat dukungan. Dan menurut informasi sumber yang dipercaya Paket Sepakat 260 surat dukungan dan Balon Paket AMG 160 surat dukungan saat mendaftarkan di Panitia Pemilihan Pengurus Pusat MAPPI.

Dengan surat dukungan sebesar itu, Balon Paket YAD, bertekad mewujudkan visi, misi, mencapai tujuan organisasi yang dicanangkan untuk memakmurkan Profesi Penilai di Indonesia. (***/HS)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x