Kejakgung Periksa 21 Saksi, Lanjutan Kasus Jiwasraya

by redaksi

Kejaksaan Agung terus memeriksa saksi terkait kasus Jiwasraya, untuk mengumpulkan fakta dan bukti hukum, yang membuat terang tindak pidana. Pemeriksaan dilanjutkan dengan memeriksa saksi maupun ahli tambahan dan lanjutan.

Wartapenilai.id—Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik—Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, kembali menggelar pemeriksaan terhadap 21 orang saksi dan satu orang petugas bank.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono menjelaskan dari 21orang saksi yang diperiksa hari ini kebanyakan pemeriksaan tambahan dan atau lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya yang dianggap belum cukup dan dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok saksi, terangnya dalam keterangan perss, 3 Februari 2020.

Dari jumlah itu diantaranya 4 (empat) orang saksi pejabat dari Bursa Saham Indonesia (BEI); 2 (dua) orang saksi dari perusahaan yang melantai di bursa saham; 5 (lima) orang saksi dari perusahaan management investasi; 3 (tiga) orang saksi dari bank yang terkait proses transaksi saham; 1 (satu) orang saksi akuntan publik; 1 (satu) orang saksi dari Kemenkeu RI; 5 (lima) orang saksi broker.

Sedangkan pemeriksaan itu digelar untuk dimintai data rekening dari bank yang bekerjasama untuk transaksi jual beli saham yang diduga terkait dengan perkara tindak pidana koruspi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Hari Setiyono juga mengungkapkan identitas 21 orang saksi dan asal perusahaan dan lembaga saksi. Diantaranya;
1. Ghea Laras Prisna (Karyawan PT. Harvest Time);
2. Goklas Alphon T (Karyawan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI));
3. Glen Riyanto (Instutional Equity Sales PT. Trimegah Sekuritas);
4. Murdito, SE. (Karyawan Bank Jateng);
5. Ferry Budiman Tanja Tan (Dirut Ciptadana Sekuritas Asia);
6. Drs. M. Yusuf Wibosono (Akuntan Publik di Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan);
7. Rosita (Agen PT Etrading Indonesia);
8. Adi Pratomo Aryanto, SE. (Kadiv Penilaian Perusahaan I BEI);
9. Endra Febri Styawan (Kanit Pemeriksaan Transaksi BEI);
10. Irvan Susandy (Kadiv Operasional Perdagangan BEI);
11. Dwi Bambang Wicaksono (eks Kabag Bancassurance Divisi Wealth Management Bank BRI);
12. Marsangap P. Tamba (Direktur PT Danareksa Investment Management);
13. Dadan Kuswardi (Pemeriksa Aktuari pada Kemenkeu RI)
14. Irsanto Aditian Soeraputra (Direktur PT Corfina Capiltal);
15. Imran Muntaz (broker)
16. Arisandhi Indro Dwisatio (broker)
17. Luthfi Putra Firdandhi (antar berkas Tersangka Syahmirwan)
18. Soehartanto (Direktur PT GAP Capital 2016-sekarang);
19. Muhammad Karim (Direktur PT GAP Asset Management);
20. Gempur E Widiansyah (Wealth Managemnet Division Head KEB Hana Bank Juli 2019 – sekarang)
21. Agus Subekti (PT Pupuk Kaltim)
Hari Setiyono menambahkan pejabat bank yang diminta data rekening bank terkait perkara di PT AJS sebanyak satu orang, Diah Puspitaningrum (PT Bank China Construction Indonesia) menyusul pejabat dari bank yang sama pada pemeriksaan tanggal 26 Februari 2020 atas nama Agus Setiawan Tjahjadi, terangnya. Mereka  petugas dan pejabat bank yang diminta data rekening bank sebanyak 31 orang dari 25 bank swasta maupun bank negeri.

Hingga saat ini sebagian pemeriksaan saksi-saksi masih ada yang berlangsung. Kejagung memastikan akan memeriksa semua pihak terkait dalam perkara ini. Pemeriksaan masih akan terus dilakukan pemeriksaan baik sebagai saksi maupun ahli, guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan bukti, yang membuat terang tindak pidana yang terjadi serta mengungkap peristiwa yang sebenarnya.”Pada hari ini Tim Penyidik telah menerima pemberitahuan dari kantor pusat PT Pegadaian (persero) tentang taksiran nilai perhiasan yang disita sebesar Rp 250.650.000,” terang Hari. (***/HS)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x