Peran KUR Terus di Tingkatkan, Mendongkrak UMKM

by redaksi

Kontribusi UMKM terhadap PDB cukup besar. Untuk membantu UMKM tahan dari serangan krisis Pemerintah meningkatkan platform KUR.

WartaPenilai.id—Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) terbukti memberikan sumbangan yang besar terhadap Produk Domestic Bruto (PDB) yang mencapai 60%. Hingga lima tahun mendatang, pemerintah menaikan secara bertahap platform Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan target penyaluran mencapai Rp 325 triliun hingga tahun 2024.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menyampaikan hal itu pada Sosialisasi Program KUR 2020, di Jakarta 21 Januari 2020. “Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, 60 % PDB dari sumbangan UMKM. Jadi kalau mau pertumbuhannya tinggi, basisnya harus kita dorong tinggi,” terangnya.

Saat ini pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dan pelemahan perekonomian global tidak terlepas dari kontribusi Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, kebijakan pengembangan UMKM diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis ekonomi pasar yang adil.

Peningkatan target penyaluran KUR itu juga diikuti relaksasi kebijakan, peningkatan maksimum plafon KUR mikro dan peningkatan akumulasi plafon KUR Mikro. “Maksimum plafon KUR mikro semula Rp 25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Untuk akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan juga meningkat dari Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta. Perubahan kebijakan KUR ini telah berlaku sejak 2 Januari 2020,” tambah Iskandar.

Suku bunga KUR diturunkan kembali menjadi 6%, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam wapat terbatas. Penurunan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR. Kebijakan penurunan suku bunga diikuti peningkatan penyaluran KUR sebesar 36% dibandingkan tahun 2019 menjadi Rp 190 triliun pada tahun 2020.

Sejak skema subsidi bunga diterapkan pada Agustus 2015, total akumulasi penyaluran KUR hingga 31 Desember 2019 mencapai Rp 472,8 triliun disertai Non Performing Loan (NPL) yang relatif rendah sebesar 1,1%. “Tahun 2019 ini saja,  target penyaluran KUR sebesar Rp 140 triliun, realisasi penyaluran hingga Desember 2019 telah mencapai sebesar Rp 139,5 triliun atau 99,65% dari target,” terang Iskandar.

Peningkatan bukan hanya nomimal tetapi jumlah penerima KUR meningkat, dari 2,4 juta debitur tahun 2014, menajdi 4,4 juta debitur tahun 2018. Total akumulasi debitur penerima KUR dari Agustus 2015 hingga Desember 2019 mencapai 18,6 juta akad kredit atau sebesar 12,9 juta (berdasarkan NIK). “Capaian itu menunjukkan penerima KUR didominasi UMKM, yang baru mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal, bukan UMKM yang berulang,” ujar Iskandar.

Begitu juga, target penyaluran KUR di sektor produksi (sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi dan jasa-jasa) pada tahun 2017, pangsa penyaluran KUR di sektor perdagangan menurun, sementara pangsa KUR di sektor produksi terus mengalami peningkatan. (Tim)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x