Reorganisasi, Butuh Keterlibatan Penilai

by redaksi

Entitas baru yang melakukan reorganisasi, membutuhkan keterlibatan penilai independen, untuk menentukan nilai awal dari aset dan liabilities yang tercatat di laporan keuangan awal.  

WartaPenilai.id—Penerapan awal akuntansi baru, untuk perusahaan yang baru keluar dari kebangkrutan mengalokasikan nilai reorganisasi berdasarkan estimasi nilai wajarnya. Nilai reorganisasi pada dasarnya sebuah harga yang akan dibayarkan pembeli yang bersedia membeli entitas baru. Nilai reorganisasi menjadi dasar untuk proses pelaporan awal entitas baru, yang mendasarkan diri pada proyeksi proforma arus kas yang menjadi bagian dari rencana reorganisasi.

Entitas yang muncul, untuk tujuan akuntansi, diperlakukan sama dengan akuisisi baru. Sebagai entitas baru mengikuti aturan akuntansi untuk kombinasi bisnis seperti disyaratkan standar akuntansi. Nilai reorganisasi entitas dialokasikan ke aset entitas. Jika ada bagian dari nilai reorganisasi yang tidak dapat dikaitkan dengan aset berwujud atau tak berwujud secara spesifik dari entitas yang muncul, jumlah tersebut dilaporkan sebagai goodwill.

Penilaian pengukuran nilai wajar, membutuhkan pemahaman konsep yang terkandung dalam aturan termasuk harga keluar, high best use, pelaku pasar dan pasar utama. Sebagai hasil penerapan pelaporan awal, entitas baru muncul tanpa laba awal atau defisit. Pelaporan ini mengharuskan pengaturan ulang nilai aset dan liabilitas pada neraca ke nilai wajar. Pengungkapan tertentu juga diperlukan untuk tujuan awal akuntansi baru. Termasuk penyesuaian nilai tercatat historis dari aset dan liabilitas, jumlah pengampunan utang, masalah signifikan berkaitan dengan nilai reorganisasi, seperti metode, variabel, dan asumsi yang digunakan untuk menentukan penilaian.

Lalu bagimana menentukan nilai wajar dari aset berwujud dan tak berwujud untuk tujuan akuntansi baru. Aset berwujud yang dinilai seperti real properti yang terdiri dari perbaikan tanah, bangunan, personal properti yang terdiri dari peningkatan prasarana, pembuatan dan peralatan konversi, perabot dan perlengkapan kantor, mesin kantor, truk pengangkat, kendaraan, dan peralatan komputer dan laboratorium.

Aset tak berwujud yang diidentifikasi dinilai seperti merek dagang, nama dagang, teknologi, perangkat lunak, dan hubungan pelanggan.

Menentukan nilai wajar tangible dan intangible untuk tujuan akuntansi baru. Aset berwujud dinilai termasuk real properti yang terdiri dari tanah, bangunan, personal properti yang terdiri dari peningkatan prasarana, peralatan jaringan, peralatan transmisi, peralatan telepon, perabot dan perlengkapan kantor, peralatan komputer, kendaraan dan perangkat penerima pesan. Sedangkan aset tak berwujud yang diidentifikasi dinilai termasuk lisensi dan basis langganan pelanggan.

Mematuhi aturan akuntansi awal baru memerlukan pemahaman tentang prinsip penilaian dan metodologi. Semua itu membutuhkan keterlibatan penilai independen yang berpengalaman di insudtri yang dinilai. (***)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x