Alumni MEP Dev UGM, Deklarasikan Valuer Club

by redaksi

Alumni MEP FEB UGM kini memiliki wadah Kongkow bareng. MEP Valuer Club, diharapkan mampu menjadi tempat berbagi ilmu dan pengalaman praktik penilaian, baik antara alumni, praktisi, juga masyarakat yang tertarik profesi penilai.

Penilaian.id—Alumni Magister Ekonomika Pembangunan (MEP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UGM—konsentrasi Manajemen Aset dan Penilaian Properti, mendeklarasikan berdirinya MEP Valuer Club UGM (MEPVAGAMA). Deklarasi itu dihadiri Alumni MEP Dev UGM, Mahasiswa Pasca Sarjana MEP DEV UGM, dan praktisi penilia Alumni MEP FEB UGM, yang dilaksanakan di Grand Sahid Jaya, Jakarta, 30 Nopember 2019 lalu.

Deklarasi juga dihadiri Dekan FEB UGM, Eko Suwardi dan Sekretaris Program Studi Bidang Umum, SDM dan Keuangan, MEP UGM, Wakhid Slamet Ciptono. Pengurus Pusat MAPPI, dihadiri Wakil Ketua 2 DPN MAPPI, Budi Prasodjo dan Ketua Komite Ujian Sertifikasi Penilai (USP) MAPPI, Muhammad Amin.

Sebagai praktisi, yang juga terlibat mengurus organisasi MAPPI, baik Budi Prasodjo maupun Muhammad Amin didaulat memberikan pandangan perkembangan profesi terkini dan tantangan yang dihadapi profesi penilai di Indonesia.  Usai deklarasi kedua pengurus MAPPI itu, yang juga Alumni MEP Dev, UGM menularkan praktik penilaian terkini.

Sebagai praktisi, Budi Prasodjo merasakan adanya gap antara alumni yang berhasil menjadi penilai minus praktik,  dibanding alumni penilai yang terjun di lapangan sebagai praktisi. Secara prosentase, memang, alumni MEP Dev UGM banyak yang lulus mengikuti Ujian Sertifikasi Profesi (USP) di MAPPI, namun masih minim pengalaman.

Budi Prasodjo mengingatkan agar mereka cepat terjun ke penilaian di lapangan untuk mengimplementasikan ilmunya. Sebab, tanpa pengalaman di lapangan yang memadahi (jam terbang), bisa jadi alumni tertinggal dengan penilai lulusan jalur Pendidikan di MAPPI, yang banyak diikuti penilai praktik.  “Memang semua memiliki kelebihan dan kekurangan, jika suatu saat alumnus MEP UGM menemukan solusi literasi, bukan tidak mungkin solusi sama baiknya juga dapat ditemukan oleh mereka yang sering praktik terjun ke lapangan,” terang Budi.

Sebagai Ketua Komite USP MAPPI, Muhammad Amin, banyak menceritkan pengembangan profesi baik melalui pendidikan dan sertifikasi. Semua itu untuk memberikan kepastian kualitas pekerjaan penilaian dilakukan oleh pihak yang benar-benar memiliki kompetensi teruji. Tugas Komite inilah yang melakukan sertifikasi penilai di MAPPI baik sertifikasi penilai property, Sertifikasi Penilai bisnis, Sertifikasi Penilai Personal Property hingga Penilai property sederhana.

Sementara Ketua MEPVAGAMA, Dedi Susanto menjelaskan MEPVAGAMA dirancang untuk memberikan warna pada pengembangan keilmuan penilaian, baik melalui workshop, seminar, dan training penilaian. Melalui MEPVAGAMA inilah baik kalangan akademisi, praktisi bisa bahu membahu mengaktualisasikan ilmu penilaian, untuk mengurangi kesenjangan yang terjadi (gap) antara ilmu penilaian dan praktik penilaian. Bahkan mengejar ketertinggalan dengan ilmu dan praktik penilaian dengan negara lain.

Kepengurusan MEPVAGAMA

Ketua              : Dedi Susanto

Sekretaris        : Harizul Akbar

Bendahara       : Jimmy

Valuers Club UGM

Awalnya, sekelompok alumni MEP konsentrasi Manajemen Aset dan Penilaian Properti (MAPP), kerap berkumpul memahas USP tulis dan lisan, Namun pertemuan rutin para alumni itu berkembang menjadi diskusi menyikapi perkembangan ilmu dan praktik penilaian. Hingga kajian RUU penilai pernah dibahas pula. Generasi muda ini gregetan, profesi yang digelutinya ini tak kunjung diatur UU.

Alumni MEP UGM juga banyak tersebar sebagai penilai di KJPP, instansi pemerintah, Perbankan, lembaga pendidikan, dan lainnya. akhirnya sepakat membentuk MEP Valuer Club UGM (MEPVAGAMA). Wadah ini  dibentuk untuk membangun jejaring diantara alumni, penilai melenial, dan publik yang tertarik dengan dunia penilaian. Juga wadah bertukar pengalaman dan pemikiran untuk mengembangkan profesi penilai menghadapi tuntutan jaman.

Bahkan MEPVAGAMA bisa menjadi sparring partner MAPPI mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan untuk peningkatan kompetensi penilai di Indonesia. Termasuk pengembangan riset, database penilaian, mendorong RUU Penilai dan lainnya. (Tim)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x